Entah pernah ditulis di sini atau belum, tapi saya ingin membuka tulisan ini dengan sebuah cerita: Pada suatu hari di saat saya masih kelas 1 SMP, di saat tidur siang saya dibangunkan secara paksa oleh ibu. "Ayo berangkat les bahasa Inggris." Tentu saja saya berontak dan merasa sudah bisa kok ngapain les-les segala. Dengan sepeda motor bututnya ibu mengantarkan saya ke tempat les di kota kecamatan, yang jaraknya sekitar 6 atau 7 km dari rumah. Kondisi ekonomi keluarga kami saat itu pas-pasan —kelas menengah, kalau orang-orang bilang. Namun, untuk urusan pendidikan, orang tua saya tak pernah berpikir dua kali. Seringkali saya menangis tersedu-sedu jika tidak dibelikan mainan. Tapi, kalau untuk keyword "pendidikan", pasti akan diusahakan. Dari situlah, saya mulai berkenalan (secara lebih mendalam) dengan bahasa yang super inkonsisten ini.

(NRCS_Photo_Gallery).jpg)
